Pengganti yang Lebih Baik


Ada sebuah filosofi “mati satu tumbuh seribu”, biasanya sih ini untuk mereka yang putus cinta. Lalu salah satu cara menghiburnya dengan perkataan tersebut, jatuh cinta memang indah. Tapi saat cintamu bertepuk sebelah tangan, semua angan berubah menjadi mimpi buruk. Seakan kau sedang berdiri di atas gedung di lantai 13, lalu kau jatuh di lantai apa rasanya? Pasti sangat menyakitkan, mungkin perumpaan ini terlalu berlebihan.
            Menurut mereka yang sedang merasakannya pasti sangat setuju. Padahal “mati satu tumbuh seribu” bisa diartikan berbeda. Cinta bukan sekedar antara kau dan doi, cinta tentang kau dan lingkungan sekitarmu. Ada orang tua, kakak-adik, keluarga, teman-teman, dan kawan-kawan.  Luaskan jaringan, supaya pikirannya juga luas *eh.
            Contoh lain yang ada di lingkungan sekitar kita adalah di dalam berorganisasi. Setiap organisasi pasti punya permasalahan, entah di dalam internal atau dalam diri tiap individu. Dari satu organisasi hati mulai merasakan arti kekeluarga, namun seiring berjalannya waktu. Banyak hal ternyata yang menjadi boomerang. Pada akhirnya rasa itu hilang, kembalilah kepada kehidupan acakadut sebelum berorganisasi. Ada juga yang mencari tempat baru.

            Di sinilah cerita itu berawal, seperti pada kejadian sebelumnya. Rasa itu muncul lagi, seperti sebuah keluarga yang lama dirindukan. Bahkan lebih baik dari sebelumnya, karena percaya akan “lepaskan sesuatu pasti kau akan dapat yang lebih baik”. Harapannya, kali ini tidak kadaluarsa. Walau tak ada yang abadi, percayalah pada Dia yang menjadi sutradara terhebat.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuan yang Belum Bernama

Selamat Datang, Rindu