Bermimpi bersama DIA, bukan dia

aku sudah berkali-kali bermimpi bersama. namun selalu saja tak sampai di puncak. lagi lagi tergelincir. sekarang, aku tak lagi mampu bermimpi bersama. biarkan saja mengarungi terjalnya perjalanan seorang diri.


suatu subuh di kota hujan.. pertama kali bertekad untuk bermimpi bersama.. satu tahun sudah terlewati, namun mimpi tak jua tercapai.. ternyata tak mudah untuk menggapainya.. mungkin perlu waktu lebih untuk mewujudkannya..

asrama untuk keluarga kami.. berbagai hal menunjang lainnyapun harus mengiringi.. bermula sejak subuh kala itu.. perlahan belajar banyak untuk berjuang.. agar kelak sampai di puncak dan bukan lagi sekedar mimpi..

ah sudahlah.. saatnya bergerak dengan suasana berbeda.. karena hatiku cukup terluka.. mimpiku menjadi samar..

hingga pada suatu hari..

aku dipertemukan lagi dengan seseorang yang mungkin dapat diajak untuk mewujudkan mimpi bersama.. ada banyak hal yang ku harap kelak terjadi.. kota beriman dengan warganya yang sadar akan lingkungan.. pemuda dan pemudi akan menjadi pelopor, karena mereka generasi baru..

kali ini DIA membawa seseorang itu pergi ke tempat yang indah.. hingga hari ini hatiku masih berduka.. akupun mulai tersadar, harusnya tak lagi aku berharap pada makhluk yang DIA ciptakan..

DIA cemburu karena aku bermimpi bersama dia.. aku bukan perempuan yang peka.. peka terhadap teguran-Nya.. mulai sekarang, bermimpi dengan-Nya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuan yang Belum Bernama

Selamat Datang, Rindu