Ada Apa dengan Cinta
Bukan sebuah pertanyaan yang sedang aku lontarkan. Hanya sebuah kalimat yang menjadi boomerang dalam hati. Cinta adalah beragam cerita antara aku dengan semua hal. Cinta bukan hanya sekedar aku dan kamu, lebih dari itu. Aku dan kamu bisa jadi asmara, bukan cinta. Karena asmara hanya terpaut pada lawan jenis. Sedangkan cinta, maknanya lebih luas.
Cinta adalah nama seorang perempuan di dalam film "Ada Apa Dengan Cinta". Aku tak kenal dengan Cinta yang ini, karena menonton filmnya sajapun aku belum pernah. Tapi remaja se-Nusantara seolah sangat mengenal Cinta. Apalagi kekasihnya, bernama Rangga.
Film yang sudah cukup legendaris ini, akhirnya melanjutkan ceritanya ke seri yang kedua. Bahkan film yang kedua akupun tak tahu bagaimana ceritanya. Bagaimana bisa aku menonton yang kedua, sedang yang pertama saja aku belum tahu. Tapi karena film ini cukup menarik perhatian remaja, muncullah "Ada Apa Dengan Cinta 3".
Yang pertama dan kedua tidak menarik perhatianku, tapi kini yang ketiga membuat hati bergejolak. Penasaran dan ingin tahu, mungkin karena bentuknya bukan film, Semacam seminar, jadi lebih interaktif toh dibanding film? Daftarkan dirimu segera, karena ada hadiah menarik bagi 20 pendaftar tercepat. Nah, mungkin ini yang menarik hati.
Lagi pula, aku butuh hiburan. Untuk hatiku yang sedang sendu dan masih belum bisa move on. Berkaitan dengan move on, "Ada Apa Dengan Cinta 3" diadakan oleh Komunitas Pemuda Move On. Berbekal keinginan agar segera move on, daftarkan diri agar menjadi peserta. Sampai lupa, haruskah aku datang seorang diri? Setelah terdaftar, akhirnya memberanikan diri untuk mengajak sahabat tercinta. Dengan harapan, ia akan hadir menemani. Mendekati hari H, personel lengkap. Kami adalah tiga perempuan yang sedang belajar istiqomah untuk tetap berada pada jalan setapak menuju surga.

Ada kejutan lain membuat hatiku semakin gundah, ternyata aku bukan sekedar menjadi peserta. Menjadi panitia dadakan untuk membantu suksesnya acara. Tapi tak apalah, karena yang memintaku seorang lelaki tampan adik ayahku. Jelas, kadar serius saat menikmati acara berlangsung jadi sedikit berkurang. Nikmati saja prosesnya, toh acaranya menyenangkan hati.
Materi pertama adalah "Ketika Cinta Menyapa", fakta menyedihkan mengenai turunnya moral bangsa. Remaja masa kini dengan kecanggihan teknologi, ternyata tak membuat cara berpikirnya juga canggih. Pemaparan fakta mengenai remaja yang "mucil", sudah melakukan beragam hal yang semestinya belum dilakukan. Dengan dalih "cinta", mereka berlindung di balik kata tersebut. Mereka bilang, perbuatan yang dilakukan adalah atas dasar cinta. Iya, bisa jadi memang cinta berbalut asmara yang diliputi hawa nafsu karena campur tangan syaithon.
Ada berbagai tanda, saat cinta datang menghampiri. Ada tujuh hal, yang tercatat olehku 4. Namun sayangnya catatanku kini tak ku bawa, kandaslah. Sebagai gantinya, aku tanyakan pada mbah google. Memikirkannya, selalu ingin tahu bagaimana kabar orang tersebut. Menirukan gaya doi, semisal gaya bicara yang bisa jadi membuat hati semakin berdebar. Merindukannya, selalu saja ada keinginan untuk bertemu. Masih ada banyak hal lagi yang menjadi tanda bahwa cinta sedang datang untuk menyapa. Terkadang aku juga tak tahu, apakah cinta datang hanya untuk menyapa. Atau memberi tahuku banyak hal.
Cinta yang ku yakini memiliki makna yang luas, Seharusnya aku bisa lebih bijak lagi, ketika cinta datang. Walau hanya sekedar menyapa. Bukan asmara, aku tak ingin ia hadir. Karena aku punya cinta, aku berharap ketika aku jatuh cinta. Jatuhkanlah hatiku pada seseorang yang mencintai Allah, Rasul, dan Islam. Jika tak ada pada dirinya, maka tak ada pula cintaku untuknya.
Mungkin sekian cerita tentang cinta kita hari ini, semoga cinta terhadap-Nya akan selalu terpaut di hati. Salam cinta dari sang perindu.
Cinta adalah nama seorang perempuan di dalam film "Ada Apa Dengan Cinta". Aku tak kenal dengan Cinta yang ini, karena menonton filmnya sajapun aku belum pernah. Tapi remaja se-Nusantara seolah sangat mengenal Cinta. Apalagi kekasihnya, bernama Rangga.
Film yang sudah cukup legendaris ini, akhirnya melanjutkan ceritanya ke seri yang kedua. Bahkan film yang kedua akupun tak tahu bagaimana ceritanya. Bagaimana bisa aku menonton yang kedua, sedang yang pertama saja aku belum tahu. Tapi karena film ini cukup menarik perhatian remaja, muncullah "Ada Apa Dengan Cinta 3".
Yang pertama dan kedua tidak menarik perhatianku, tapi kini yang ketiga membuat hati bergejolak. Penasaran dan ingin tahu, mungkin karena bentuknya bukan film, Semacam seminar, jadi lebih interaktif toh dibanding film? Daftarkan dirimu segera, karena ada hadiah menarik bagi 20 pendaftar tercepat. Nah, mungkin ini yang menarik hati.
Lagi pula, aku butuh hiburan. Untuk hatiku yang sedang sendu dan masih belum bisa move on. Berkaitan dengan move on, "Ada Apa Dengan Cinta 3" diadakan oleh Komunitas Pemuda Move On. Berbekal keinginan agar segera move on, daftarkan diri agar menjadi peserta. Sampai lupa, haruskah aku datang seorang diri? Setelah terdaftar, akhirnya memberanikan diri untuk mengajak sahabat tercinta. Dengan harapan, ia akan hadir menemani. Mendekati hari H, personel lengkap. Kami adalah tiga perempuan yang sedang belajar istiqomah untuk tetap berada pada jalan setapak menuju surga.

Ada kejutan lain membuat hatiku semakin gundah, ternyata aku bukan sekedar menjadi peserta. Menjadi panitia dadakan untuk membantu suksesnya acara. Tapi tak apalah, karena yang memintaku seorang lelaki tampan adik ayahku. Jelas, kadar serius saat menikmati acara berlangsung jadi sedikit berkurang. Nikmati saja prosesnya, toh acaranya menyenangkan hati.
Materi pertama adalah "Ketika Cinta Menyapa", fakta menyedihkan mengenai turunnya moral bangsa. Remaja masa kini dengan kecanggihan teknologi, ternyata tak membuat cara berpikirnya juga canggih. Pemaparan fakta mengenai remaja yang "mucil", sudah melakukan beragam hal yang semestinya belum dilakukan. Dengan dalih "cinta", mereka berlindung di balik kata tersebut. Mereka bilang, perbuatan yang dilakukan adalah atas dasar cinta. Iya, bisa jadi memang cinta berbalut asmara yang diliputi hawa nafsu karena campur tangan syaithon.
Ada berbagai tanda, saat cinta datang menghampiri. Ada tujuh hal, yang tercatat olehku 4. Namun sayangnya catatanku kini tak ku bawa, kandaslah. Sebagai gantinya, aku tanyakan pada mbah google. Memikirkannya, selalu ingin tahu bagaimana kabar orang tersebut. Menirukan gaya doi, semisal gaya bicara yang bisa jadi membuat hati semakin berdebar. Merindukannya, selalu saja ada keinginan untuk bertemu. Masih ada banyak hal lagi yang menjadi tanda bahwa cinta sedang datang untuk menyapa. Terkadang aku juga tak tahu, apakah cinta datang hanya untuk menyapa. Atau memberi tahuku banyak hal.
Cinta yang ku yakini memiliki makna yang luas, Seharusnya aku bisa lebih bijak lagi, ketika cinta datang. Walau hanya sekedar menyapa. Bukan asmara, aku tak ingin ia hadir. Karena aku punya cinta, aku berharap ketika aku jatuh cinta. Jatuhkanlah hatiku pada seseorang yang mencintai Allah, Rasul, dan Islam. Jika tak ada pada dirinya, maka tak ada pula cintaku untuknya.
Mungkin sekian cerita tentang cinta kita hari ini, semoga cinta terhadap-Nya akan selalu terpaut di hati. Salam cinta dari sang perindu.
Komentar
Posting Komentar