Sebut Saja, Singlelillah



Ahad, 29 Mei 2016 di Gedung Olah Bebaya Komplek Kantor Gubernur Samarinda Kalimantan Timur. Didominasi oleh peserta akhwat, acara  Seminar Pra Nikah yang diselenggarakan oleh Ma'had Hasan bin Ali sukses buat gue makin baper. Pembahasannya mengenai fiqih pra nikah, kesehatan pra nikah, legalitas pernikahan, dan Motivasinger bernama kang Abay yang paling cetar membahana badai. Beliau menyampaikan materi mengenai "Cinta dalam Ikhlas", yang merupakan judul lagu yang beliau ciptakan.

Menurut kang Abay, para jomblo dan jomblowati gak mau dipanggil jomblo. Jadi, kang Abay-pun memanggil para peserta dengan sebutan "Singlelillah". Single, karena Allah. Hingga waktu yang ditentukan. Tapi mulailah dengan langkah-langkah menuju persiapan. Karena jodoh gak akan kemana-mana kalau gak dijemput.

Di sela materi, beliau melantunkan lagu, jadi peserta dijamin baper akut dan gak ngebosenin. Beliau juga cerita mengenai "Cinta Positif", rangkaian video yang saling terkait dari part 1 hingga 6. Ternyata, cerita pribadilah menjadi inspirasi.

"Waktu saya kelas 1 SMA, saya bertemu dengan seseorang yang membuat diri yakin bahwa dia-lah sang pujaan hati. Saya ceritakan pada Mamad, lalu Mamad bilang bahwa sang pujaan hati saya lebih menyukai lelaki soleh yang biasanya terkumpul di rohis. Akhirnya saya ikut rohis, nah tidak perlu ditiru nih karena niat masuk rohis salah. Sampai kelas 3 SMA saya sampaikan pada dia bahwa ada keyakinan. Namun, saya dan dia harus menyelesaikan studi. Saya tetap di Bandung dan dia di Jakarta. Singkat cerita, Hanya tinggal menyelesaikan tugas akhir, saya menerima SMS dari nomer tak dikenal. Biasa saja memang, hanya menanyakan kabar dan nama sang pengirim. Nah yang terakhir ini yang bikin dag dig dug, ternyata dia sang pujaan hati yang mengirim pesan tersebut. Akhirnya kami memutuskan bertemu dan saya menyampaikan perasaan saya ke dia yang masih sama sejak SMA. Perasaan dia-pun begitu, happy ending kami-pun menikah", begitu cerita singkat dari kang abay mengengenai perjalanan cintanya.



Jelas bukan hanya itu, tapi ada banyak cerita dan pengalaman orang lain yang juga beliau ceritakan. Yang pada intinya, gue juga harus belajar mencintai kehilangan. Bisa jadi menikah dengan orang yang pernah dilepaskan. Belajar saja menerima apa yang terjadi jelas sudah menjadi ketatapan Allah dan memaafkan jika memang tak kerasan di hati. Percaya saja, Allah akan pertemukan dengan orang yang lebih baik dan di waktu yang tepat. Percaya Saja, - @dillahrzm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuan yang Belum Bernama

Selamat Datang, Rindu