Bukber, Bukan Sekedar Rencana




Ramadan sudah hari ke 18 nih, sudahkah kita melaksanakan beragam ibadah? Untuk meningkatkan iman dan taqwa; selain puasa maka perlu membanyak do’a, ibadah sunnah serupa tarawih dan witir, membaca atau bahkan mengahatamkan Al Qur’an, dan lainnya. Tenang saja, aku menulis begini sebagai pengingat untuk diri sendiri. Semoga tidak menjadi orang yang merugi. Karena ternyata, belum tentu kita masih di pertemukan dengan bulan yang istimewa, bulan Al Qur’an diturunkan.
Sudahkah kita berkumpul dengan keluarga? Kalau belum, maka bersabarlah. Sempatkan waktu walau hanya bertanya kabar. Yang sedang sibuk dengan beragam pekerjaannya, semoga dimudahkan dan menjadi amal terbaik. Yang sedang membantu orang tua, terus senangkan hatinya dan raih ridhonya. Karena hanya dengan ridho orang tualah kita bisa menjadi orang yang sukses, maka bisa ditebak bagaimana kisahnya jika tanpa ridho darinya?

Selain ibadah sunnah, ada juga nih yang jadi pembicaraan penting kala Ramadan. Buka bersama, biasanya akan banyak undangan berdatangan. Mulai dari reuni SD, SMP, SMK, kuliah, dan kawan-kawannya. Utamanya sih tetap buka bersama ya, bukan sekedar rencana loh! Tapi dengan sepenuh jiwa diwujudkan. Beneran deh, jangan sampai separuh jiwaku pergi.

Boleh dong, aku cerita tentang buka bersama teman-temanku semasa SMA. Setelah sekian lama saling memendam rindu, akhirnya kemaren kami dipertemukan lagi atas izin-Nya. Lama gak ketemu, sekalinya ketemu lama. Cie cie, pasti seru kan? Masa-masa SMA seolah terulang kembali lagi walau tipis-tipis. Aku akan asih kalian tips untuk acara buka bersama nih, kali aja bisa bermanfaat.
  
1. Harus rame
 “Karena kalau gak ad aloe, gak rame”. Jadi, loe harus bener-bener kumpulin teman-teman yang sering bilang rindu ingin bertemu. Pastikan diri mereka hadir bersama, supaya rindunya nambah. Serius deh! Bagi kalian yang sudah mulai kehilangan kontak, sudah jarang saling menghubungi. Malu untuk sekedar say hello, maka inilah saatnya. Katakan padanya kita akan mengadakan buka bersama. Kalau gak rame ya gak seru. Walau cuma berdua, kalau lu aja berdua ramenya sudah sekampung. Ya bakal rame juga.
  
2. Pilihan waktu dan tempat yang dituju
 Nah ini penting banget. Yakali aja sudah memutuskan akan buka bersama, tapi masih gak tau kapan dan dimana. Lalu ay berujung dengan sekedar rencana yang tertunda. Dengan alasan belum ketemu waktu yang pas. Belum ada tempat yang ingin dituju. Sebelum fix akan bukber, tentukan waktu kalian ketika sama-sama lowong. Terus nih, tempatnya yang low budget mengingat kantong yang semakin menipis karena belum terima THR. Kalau emang mau di tempat yang wow, lu siapkan dulu deh duitnya yakan?

3. Datang awal waktu
      Ini nih yang kadang terlewat. Sholat harus di awal waktu. Kalau lu gak mau ketinggalan atau tempat lu diambil orang, kudu datang awal juga. Minimal sampai bisa pesen makanan, walaupun bedug masih agak lama. Karena bisa jadi pelayanan di rumah makan yang lu datangi lelet, kalau pesen makanannya mepet kan jadi bete. Jangan sepelekan hal yang ini nih kalau lu mau buka dengan hati tenang tanpa amarah.

       4. Bawa alat sholat
      Untuk lelaki sholeh, cari tempat makan yang dekat masjid pastinya. Kalau sholihah mah, sedia paying sebelum hujan. Eh alat sholat dong, pastikan ada musholah jua. Buka boleh bersama, sholat jamaah, maksiat urus sendiri-sendiri aja deh. Puasa iya, sholat juga tetapkan?

5. Pisahkan antara lelaki dan perempuan 
     Zaman now, hijrah bukan tren. Tapi emang lagi pada semangat aja jemput hidayah kan ya? Ada diatara teman-teman yang ingin menjadi dirinya lebih baik. Maka, bantu mereka dengan memisahkan antara kaum adam dan hawa. Walau belum sepenuhnya, setidaknya kamu sudah mencoba. Supaya aku gak jadi perokok pasif lagi kan? Lumayan lah selamat.

Cukup lima saja tips untuk kalian. Eits, aku dapatnya hasil bertapa di pinggir jalan loh. Gak jajan sembarangan kok. Sudah aku praktekkan juga. Ntar kalian nonton videonya aja ya. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuan yang Belum Bernama

Selamat Datang, Rindu